Aplikasi Obrolan: WhatsApp

Assalaamualaikum warohmatullaahi wabarokaatuh. Selamat malam, salam sejahtera.

Saya kembali lagi posting di blog ini setelah terakhir kali posting yaitu bulan Agustus 2017 kemarin. lama sekali memang, karena sebenarnya bingung mau posting apa 😀 Jadi untuk sekarang saya mulai aktifitas lagi dengan me-review (lebih tepatnya membahas sih) aplikasi-aplikasi yang harus ada di perangkat telepon genggam saya, atau bisa dikatakan aplikasi favorit.

Aplikasi pertama yang akan saya review yaitu kategori percakapan, WhatsApp (WebsitePlay Store). Siapa yang tidak tahu aplikasi satu ini?

“WhatsApp Messenger adalah aplikasi GRATIS untuk pengiriman pesan yang tersedia untuk Android dan ponsel cerdas lainnya. WhatsApp menggunakan koneksi Internet telepon Anda (4G/3G/2G/EDGE atau Wi-Fi, jika tersedia) untuk memampukan Anda mengirim pesan dan menelepon teman atau keluarga. Beralihlah dari SMS ke WhatsApp untuk mengirim dan menerima pesan, panggilan, foto, video, dokumen, dan Pesan Suara”

Dikutip dari laman Play Store. Dan saya kira tidak perlu screenshoot ya 😀

Kenapa saya pilih WhatsApp sebagai favorit (pilihan utama) saya?

Alasan paling pertama karena keluarga, sahabat, teman-teman, dan lingkungan saya; mayoritas (mungkin semua) memakai aplikasi ini. Sehingga memudahkan untuk saling terhubung antara satu sama lainnya. Itu tidak bisa dipungkiri. Bahkan mungkin Anda juga memakai aplikasi ini, kan?

Kedua karena performa aplikasi. Bisa dibilang, WhatsApp adalah aplikasi obrolan dengan performa terbaik yang pernah saya gunakan. Sangat halus sekali. Tidak membebani RAM, tidak ada jeda pesan masuk, tidak ada lag, tidak ada loading loading (kecuali loading saat login, atau mengirim pesan, atau ganti foto, atau apalah itu); hampir semua aktifitasnya lancar. WhatsApp memberikan user experience yang sangat baik.

Ketiga, fitur-fitur yang dibawa. Sebenarnya ini tidak terlalu penting buat saya. Saya pengguna yang sederhana, tidak butuh ini itu. Cukup bisa kirim dan terima pesan dengan lancar. Sudah. Fitur lainnya saya anggap sebagai bonus. Bahkan sebelum fitu-fitur baru seperti enkripsi, pengaturan privasi tambahan, status, dan lain-lain; saya sudah memakai WhatsApp (saat belum begitu banyak teman-teman saya memakainya)

Saya rasa hanya dua alasan di atas kenapa WhatsApp menjadi alasan saya. Dua alasan itu bagi saya harus saling melengkapi. Kareka percuma banyak user tapi performa kurang maksimal.  Seperti contoh (maaf) B*M, saya sudah beberapa tahun ini tidak meng-install di HP. Karena dulu saya tidak suka dengan performanya. Begitu pula jika performa bagus, tapi user sedikit, ya buat apa juga? Selain mungkin saya memanfaatkan fitur lain selain fitur utama (obrolan), yang saya rasa sangat bermanfaat.

 

Itu dulu untuk bahasan aplikasi obrolan, kedepannya mungkin akan saya bahas aplikasi alternatifnya, tapi entah kapan lagi saya akan buat postingan baru 😀 Dan tentunya saya juga akan membahas aplikasi dari kategori lain.

Jika ada pertanyaan, kritik, saran, atau apapun itu, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih

1 thought on “Aplikasi Obrolan: WhatsApp”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *